Delegasi Batara Gowa Ziarahi Makam Tokoh Seni Budaya Sebelum Tampil pada Festival Internasional di Malaysia

MAKASSAR – Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa membesarkan Lembaga Seni Budaya Batara Gowa, para delegasi yang akan berangkat ke  Rentak Bertandak Antar Bangsa 2025 – International Rhytms and Folk Dance di Melaka, Malaysia, mengadakan ziarah kubur ke makam sejumlah tokoh seni budaya Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan khidmat, sekaligus menjadi momen refleksi bagi para seniman muda Batara Gowa untuk mengenang jasa-jasa para maestro yang telah meletakkan pondasi kesenian mereka.

Read More

Ziarah dipimpin langsung oleh Andi Redo, Pimpinan Batara Gowa sekaligus Artistic Director, bersama anggota delegasi yang akan berangkat ke Malaysia nanti.

Mereka mengunjungi dua lokasi pemakaman: Kompleks Pekuburan Raja-Raja Gowa di Katangka dan TPU Parangbanoa. Di Katangka, mereka berziarah ke makam Andi Ummu Bau Tunru, maestra tari Sulsel dan pendiri Batara Gowa, serta orang tuanya, Andi Bau Tunru Karaengta Kaluarrang dan Andi St. Humaya Karaeng Puji, yang turut berkontribusi dalam perjalanan lembaga ini.

Selain itu, mereka juga menziarahi dan mendoakan Andi Siti Nurhani Sapada (Petta Anida), maestra tari dan tokoh budaya yang karya-karyanya masih tetap eksis hingga kini. Sementara di TPU Parangbanoa, mereka berziarah ke makam Syamsuddin S (Ancu Batara), anggota senior Batara Gowa dan pendiri Sanggar Pusaka Art, yang telah memberikan kontribusi dan loyalitasnya dalam perjalanan panggung Batara Gowa.


“Ini adalah bentuk pamit, sekaligus penghargaan kami kepada para pendahulu  seni budaya yang telah menjadi sumber inspirasi yang membuat Batara Gowa tetap eksis hingga sekarang baik di dalam dan luar negeri termasuk pada kegiatan Rentak Bertandak nanti” ujar Andi Redo.

Kegiatan ziarah berlangsung sederhana, hanya berupa pembersihan makam, pembacaan doa, dan momen hening untuk mengenang jasa para almarhum. Tidak ada ritual khusus, namun suasana khidmat terasa menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Keikutsertaan Batara Gowa dalam Rentak Bertandak Antar Bangsa 2025 (2-7 Juli 2025) menjadi kebanggaan tersendiri, karena festival ini diselenggarakan oleh Jabatan Kesenian dan Kebudayaan Negeri Melaka (JKKN) dengan dukungan UNESCO. Event bergengsi ini akan dihadiri oleh berbagai kelompok seni dari berbagai negara, menjadikannya ajang pertukaran budaya yang penting.

“Kami berharap doa dari seluruh masyarakat agar perjalanan, pementasan, hingga kepulangan kami berjalan lancar. Ini bukan hanya tentang pertunjukan, tapi juga tentang membawa nama Indonesia di Panggung Dunia,” tambah Andi Redo.

Ziarah ini menjadi pengingat bahwa seni budaya adalah warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Keberangkatan Batara Gowa ke Malaysia bukan sekadar pertunjukan, melainkan bukti nyata bahwa dedikasi dan karya para pendahulu mereka tetap hidup dalam setiap gerak tari dan alunan musik yang tetap eksis berkat generasi pelanjut.

Dengan semangat melanjutkan estafet budaya, para delegasi siap mempersembahkan yang terbaik, mengharumkan nama Indonesia, dan membuktikan bahwa tradisi seni Sulawesi Selatan senantiasa diperhitungkan di dunia internasional. (**)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *