MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menegaskan komitmennya untuk membenahi kinerja perusahaan dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, tanpa mengabaikan aspek profesionalitas.
Ia menilai, selama ini pendekatan sosial masih cukup dominan dalam pengelolaan perusahaan. Karena itu, ke depan diperlukan keseimbangan antara pelayanan publik dan peningkatan kinerja perusahaan secara profesional.
“Kalau bekerja dengan baik, tentu hasilnya akan terlihat, termasuk dalam upaya penertiban dan peningkatan layanan,” ujarnya.
Andi Syahrum juga menyoroti potensi krisis air bersih di Kota Makassar yang dinilai cukup rawan. Bahkan sebelum menjabat, pihaknya mengaku telah melakukan sejumlah langkah antisipasi awal guna meminimalisir risiko tersebut.
Mantan Camat Biringkanaya itu memastikan akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kalangan wartawan, dalam mendorong transparansi informasi serta membuka ruang masukan demi perbaikan kinerja perusahaan.
“Kami terbuka terhadap informasi dan masukan agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam masa tugasnya sebagai Plt selama enam bulan ke depan, Andi Syahrum menargetkan pembenahan menyeluruh di tubuh Perumda Air Minum Makassar dengan mengedepankan prinsip kerja cepat, responsif, dan penuh dedikasi.
Saat ini, cakupan layanan air bersih Perumda Air Minum Makassar baru menjangkau sekitar 60 persen masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berupaya memaksimalkan distribusi air bersih, termasuk mengantisipasi gangguan melalui pekerjaan teknis di Instalasi Moncongloe.
Selain itu, langkah darurat seperti penggunaan pompa sementara juga dilakukan guna menjaga suplai air tetap berjalan. Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti kebocoran pipa dan kasus pencurian infrastruktur yang turut memengaruhi distribusi air bersih.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan pelayanan air bersih di Kota Makassar dapat semakin optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (**)







