Penari Cilik Mengikuti Makassar Urban Heritage City Rally 2025

MAKASSAR – Riuhnya puluhan kendaraan berpadu dengan pesona budaya mewarnai pelataran Museum Kota Makassar dan kawaaan cagar budaya Kota Makassar akhir pekan ini. Ajang Makassar Urban Heritage City Rally 2025 yang digelar pada Sabtu (13/12/2025), sukses menyita perhatian publik.

Bukan hanya karena deretan kendaraan reli yang unik karena menghadirkan mobil klasik hingga mobil listrik, namun juga kehadiran peserta istimewa yang membawa nuansa seni di tengah kompetisi otomotif tersebut.

Read More

Salah satu sorotan utama dalam gelaran tahun ini adalah partisipasi Andi Batari Kusuma Bau Ummu, seorang penari cilik berbakat yang baru berusia 5 tahun. Penari cilik yang akrab disapa Bau Ummu tergabung dalam tim Batara Gowa 1967 Rally Team.

Kehadiran penari cilik yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional ini memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa acara ini bukan sekadar adu kecepatan dan ketepatan waktu, melainkan sebuah panggung lintas generasi untuk merayakan warisan budaya kota.

Inovasi Dinas Kebudayaan Kota Makassar untuk promosi budaya dengan berkolaborasi dengan pelaku hobi otomotif melalui Makassar Urban Heritage City Rally 2025 dirancang dengan konsep unik, yakni mengajak peserta menelusuri situs-situs bersejarah di Makassar sembari menyelesaikan tantangan reli.

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar dinilai berhasil mengawinkan dua dunia yang berbeda—otomotif dan budaya—menjadi sebuah atraksi wisata budaya yang edukatif sekaligus menghibur.

Redo, Ayah dari Bau Ummu, yang turut serta sebagai peserta reli ini, mengungkapkan apresiasinya terhadap konsep acara yang diusung. Ia menilai langkah Disbud Makassar ini sebagai terobosan cerdas dalam usaha pemajuan kebudayaan.

“Mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kadis Kebudayaan Kota Makassar dan panitia penyelenggara atas event luar biasa Makassar Urban Heritage City Rally 2025. Event ini juga sebagai inovasi dalam hal promosi budaya sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa untuk memperkenalkan warisan budaya Kota Makassar bisa melalui kegiatan yang lebih fun seperti city rally,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Harapan untuk Kolaborasi Masa Depan

Antusiasme peserta terlihat jelas dari semangat mereka mengunjungi pos-pos (checkpoint) yang tersebar di berbagai titik cagar budaya beberapa diantaranya Fort Rotterdam, Makam Raja Tallo, hingga kediaman Andi Pangerang Pettarani. Konsep fun rally ini dinilai efektif untuk mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas hobi, dengan sejarah kotanya sendiri tanpa kesan kaku.

Lebih lanjut, peserta lainnya berharap agar sinergi antara komunitas hobi dan pemerintah terus berlanjut di masa mendatang.

“Semoga ke depan makin banyak event otomotif maupun event hobi lainnya yang bisa berkolaborasi dengan Disbud Makassar,” ungkap M. Yuzril, mahasiswa yang juga menjadi peserta reli.

Partisipasi talenta muda seperti Bau Ummu dalam ajang bergengsi ini menjadi simbol bahwa tongkat estafet pelestarian budaya dapat dimulai sejak dini, bahkan melalui perhelatan yang tak terduga seperti ajang reli kota. Suksesnya acara ini diharapkan menjadi pemicu bagi kota-kota lain untuk menciptakan inovasi serupa dalam mempromosikan kekayaan warisan budaya nusantara. (**)


Batara Gowa 1967 Rally Team:

Andi Redo (Driver)
M. Yuzril Hidayat (Navigator I)
Andi Batari Kusuma Bau Ummu (Navigator II)
Andi Alkhairi Khalqihi (Pit Crew)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *