MAKASSAR – Dunia seni teater berduka atas kepergian Robert Wilson, sutradara teater kenamaan dunia. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi para pecinta seni, termasuk di Indonesia, tempat karya epiknya mengangkat mahakasya sastra bugis sureq Galigo ke panggung dunia dengan pertunjukan teater, tari, dan musik “I La Galigo” yang cukup fenomenal.
Robert Wilson, yang wafat pada 31 Juli 2025 di Water Mill, New York dikenal sebagai seorang visioner dalam dunia teater. Karyanya, I La Galigo, mengadaptasi epik Bugis kuno dengan pendekatan artistik yang memukau, menghadirkan kekayaan budaya Nusantara ke kancah internasional. Pertunjukan ini tidak hanya memikat penonton global, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan budaya Sulawesi Selatan.
Andi Redo, Pimpinan Lembaga Seni Budaya Batara Gowa, menyampaikan ungkapan belasungkawa atas kehilangan sosok besar ini. “Kami sangat berduka atas kepergian Bob (panggilan Robert Wilson). Beliau adalah seniman luar biasa yang mampu menghidupkan kekayaan budaya Bugis melalui I La Galigo. Dedikasinya terhadap seni dan kepekaannya terhadap nilai budaya Sulsel telah menginspirasi banyak orang termasuk kami di Batara Gowa. Pernah bekerja bersama Bob merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya pribadi, termasuk menjadi inspirasi saya dalam berkarya.” ujar Andi Redo. Pertunjukan teater I La Galigo karya Robert Wilson yang telah pentas di panggung-panggung ternama dunia turut melibatkan seniman-seniman Sulawesi Selatan termasuk dari Batara Gowa diantatanya Andi Ummu Tunru sebagai dance master, Basri B. Sila sebagai asisten komposer, Nur Asma Syukur sebagai aktor dan penari, serta beberapa seniman batara gowa lainnya.
“Kepergian Bob Wilson adalah kehilangan besar bagi dunia seni, tetapi warisannya akan terus hidup melalui karya-karyanya dan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Semoga Bob beristirahat dengan tenang dalam kedamaian abadi” tambah Andi Redo.
Robert Wilson merupakan sutradara ternama asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai seorang sutradara panggung dan dramawan teater eksperimental Amerika yang digambarkan oleh The New York Times sebagai ‘seniman teater’ garda depan terkemuka di dunia. Ia juga seorang koreografer, penampil, pelukis, pematung, video artist, sertasound dan lighting designer Keberhasilan I La Galigo sebagai karya teater telah menorehkan sejarah penting dalam mempromosikan budaya Indonesia di mata dunia. Berkat teater I La Galigo karya Robert Wilson ini, Sureq Galigo semakin dikenal baik didalam dan diluar negeri hingga mendapat pengakuan oleh Unesco sebagai Memoirs of The World. Robert Wilson, melalui kepekaan dan kejeniusannya, telah meninggalkan jejak abadi yang akan terus dikenang. (**)







