Makassar dan Yokohama Bersinergi untuk Mempercepat Dekarbonisasi melalui Lokakarya Cyti to Cyti

Makassar, – Dalam upaya mempercepat transisi menuju kota berkelanjutan, Kota Makassar dan Yokohama memperkuat kerjasama melalui penyelenggaraan lokakarya bertajuk “City-to-City Program: Makassar-Yokohama,” yang bertujuan untuk mempercepat implementasi kebijakan dekarbonisasi di dua kota besar ini. Lokakarya yang berlangsung di Yokohama ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan berbagai langkah inovatif yang dapat diterapkan oleh Kota Makassar, sekaligus memperluas cakupan kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam hal pengurangan jejak karbon.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama delegasi dari pemerintah, sektor swasta, serta akademisi, yang turut berperan dalam merancang strategi jangka panjang untuk mengurangi emisi karbon. Para pembicara utama dari Yokohama berbagi pengalaman terkait keberhasilan mereka dalam pengelolaan energi terbarukan dan pengurangan polusi udara. Salah satu contoh yang dibagikan adalah penerapan teknologi smart grid yang mendukung pemanfaatan energi yang efisien dan berbasis pada sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.

Read More

Para peserta lokakarya juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh Makassar dalam hal pengelolaan energi dan transportasi. Di Makassar, masih banyak kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang beroperasi, yang meningkatkan emisi karbon kota tersebut. Salah satu solusi yang diajukan adalah peningkatan penggunaan kendaraan listrik serta penyediaan infrastruktur pengisian daya yang lebih luas.

“Kolaborasi ini penting agar kita bisa belajar dari pengalaman Yokohama yang sudah lebih dahulu menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Kami berharap Makassar dapat mengimplementasikan kebijakan serupa yang bisa menurunkan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara,” ungkap Ramdhan Pomanto.

Pada kesempatan tersebut, turut diperkenalkan sejumlah proyek yang dapat segera diadopsi oleh Makassar, seperti program transportasi umum ramah lingkungan dan proyek pengelolaan limbah berbasis teknologi yang dapat mengurangi emisi gas metana, salah satu kontributor besar pemanasan global.

Program City-to-City ini diharapkan dapat membuka peluang bagi kedua kota untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kemitraan internasional, dan mendorong upaya yang lebih konkret dalam dekarbonisasi. Kedepannya, Makassar akan melakukan serangkaian inisiatif lanjutan yang melibatkan masyarakat dan sektor swasta dalam upaya mengurangi jejak karbon kota. Dengan demikian, upaya pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan di Makassar dapat tercapai lebih cepat.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *