Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Hadir dan Membuka Kegiatan “Asesmen Kinerja Kompetensi Kepala Sekolah SMP” di Hotel Four Point Kota Makassar

Makassar, – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. MUHYIDDIN, SE. MM, secara resmi membuka kegiatan “Asesmen Kinerja Kompetensi Kepala Sekolah SMP” yang diselenggarakan di Hotel Four Point, Kota Makassar, pada Selasa (4/12/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan meningkatkan kinerja serta kompetensi kepala sekolah di tingkat SMP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. MUHYIDDIN, SE. MM, menekankan pentingnya asesmen kinerja sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan standar kepemimpinan pendidikan di tingkat sekolah. Ia mengungkapkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang berkualitas.

Read More

“Kepala sekolah bukan hanya sebagai pengelola administrasi pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin yang memberikan inspirasi bagi guru dan siswa. Oleh karena itu, asesmen ini sangat penting untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan dan kompetensi kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka,” ujar Thahir dalam sambutannya.

Asesmen Kinerja Kompetensi Kepala Sekolah SMP ini diikuti oleh para kepala sekolah SMP se-Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kemampuan administratif yang dimiliki oleh para kepala sekolah. Dalam kegiatan ini, para peserta akan diuji terkait pemahaman mereka dalam berbagai aspek penting, mulai dari pengelolaan kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, hingga manajemen keuangan sekolah.

Thahir juga menambahkan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh jenjang, terutama di tingkat SMP. Menurutnya, peningkatan kompetensi kepala sekolah akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima oleh siswa.

“Kepala sekolah yang kompeten akan mampu membuat keputusan yang tepat dalam pengelolaan sekolah dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan kompetensi kepala sekolah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Makassar,” lanjut Thahir.

Kegiatan asesmen ini tidak hanya diikuti oleh kepala sekolah yang telah berpengalaman, tetapi juga dihadiri oleh kepala sekolah yang baru menjabat. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua kepala sekolah, baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas mereka. Selama kegiatan ini, peserta diberikan berbagai materi yang berfokus pada peran dan tanggung jawab kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas kepemimpinan di sekolah. Melalui sesi diskusi ini, diharapkan para kepala sekolah dapat saling memberikan solusi dan memperkuat jaringan kerja di antara mereka.

Salah satu narasumber, yang juga merupakan ahli pendidikan, Dr. Sri Wahyuni, M.Pd., menjelaskan bahwa kualitas seorang kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap budaya dan iklim sekolah. Menurutnya, seorang kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial yang baik akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kreativitas dan prestasi siswa.

“Seorang kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas untuk sekolah yang dipimpinnya, serta kemampuan untuk mengelola berbagai aspek sekolah dengan baik, mulai dari pengelolaan kurikulum hingga pemanfaatan sumber daya yang ada. Asesmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kepala sekolah di Makassar memiliki keterampilan tersebut,” ujar Dr. Sri Wahyuni.

Dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan kompetensi diri, terutama dalam hal kepemimpinan, pengelolaan sekolah, serta kemampuan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *