MAKASSAR – Pada Kamis, 21 November 2024, Kantor Lurah Maloku sukses menggelar Pelatihan Tanggap Bencana angkatan 1 dan 2 yang diikuti oleh puluhan peserta, termasuk masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta petugas kebersihan dan keamanan setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.
Pelatihan dimulai dengan sambutan dari Lurah Maloku, Aidir Perdana Putra, S.STP, yang menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut sebagai langkah awal untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang memberikan penjelasan mengenai penanggulangan bencana serta prosedur evakuasi yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam situasi darurat.
Pelatihan tanggap bencana ini dilaksanakan dalam dua angkatan, dengan tujuan untuk memastikan sebanyak mungkin masyarakat mendapatkan pemahaman yang sama terkait prosedur tanggap bencana. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik evakuasi, cara memberikan pertolongan pertama pada korban, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, baik itu gempa bumi, banjir, atau bencana lainnya.
Selain materi teori, pelatihan juga diisi dengan simulasi penanggulangan bencana yang menggambarkan berbagai situasi darurat. Peserta dilatih untuk berperan aktif dalam proses evakuasi, memberikan pertolongan pertama, serta memitigasi dampak bencana. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata bagaimana situasi bencana bisa dihadapi dengan cepat dan tepat.
Lurah Maloku, Aidir Perdana Putra, S.STP, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertindak secara cepat dan efektif ketika bencana datang.
“Kami berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, warga Kelurahan Maloku tidak hanya memahami cara-cara yang tepat dalam menangani bencana, tetapi juga memiliki sistem tanggap bencana yang dapat diandalkan. Kesiapsiagaan yang baik akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi bencana dan mampu mengurangi potensi kerugian,” kata Aidir Perdana Putra.(*)







