Makassar, — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berpotensi meningkat seiring dengan musim hujan yang mulai melanda kota. Dalam upaya pencegahan dan penanganan dini, Dinkes Makassar meminta masyarakat segera membawa anggota keluarga ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika muncul gejala yang mengarah pada DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala DBD dan tindakan cepat untuk mendapatkan penanganan medis. “DBD adalah penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan segera. Kami mengimbau kepada seluruh warga, jika ada yang mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri sendi dan otot, mual, atau muncul bintik-bintik merah di kulit, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” ujarnya.
Gejala DBD sering kali mirip dengan gejala flu biasa, namun DBD memiliki potensi komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu juga mengingatkan pentingnya tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut, terutama pada anak-anak dan orang tua yang lebih rentan terhadap penyakit ini.
Selain itu, Dinkes Makassar juga terus melakukan upaya pencegahan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di berbagai wilayah kota. Warga diimbau untuk melakukan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur barang-barang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, serta menggunakan repellent atau obat anti nyamuk.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan biarkan air tergenang di wadah-wadah terbuka yang bisa menjadi sarang nyamuk. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah penyebaran DBD di lingkungan mereka,” ujarnya.
Dinkes Makassar telah menyiapkan fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, untuk menangani kasus DBD. Tenaga medis juga telah diberikan pelatihan khusus dalam penanganan pasien DBD, termasuk bagaimana memberikan perawatan yang tepat dan memantau kondisi pasien secara intensif.
Salah satu warga, Ibu Maya (40), yang anaknya pernah terkena DBD, mengapresiasi imbauan ini dan menyadari betapa pentingnya penanganan dini. “Anak saya pernah terkena DBD, dan untungnya cepat dibawa ke rumah sakit. Saya sangat mendukung imbauan ini, karena DBD memang berbahaya jika tidak cepat ditangani,” katanya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar optimis dapat menekan angka kasus DBD di wilayahnya. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarganya, terutama di musim penghujan ini.(*)







