Makassar – Membangun wawasan kebangsaan, merupakan sebuah komitmen bersama.
Sejarah dan budaya merupakan ingatan kolektif masa lampau, namun ingatan tersebut memberikan jawaban terhadap tantangan kebangsaan saat ini.
Museum sebagai salah satu institusi yang mempertahankan sejarah dan budaya. Hal ini museum memiliki peran untuk mengoleksi dan merawat benda-benda bersejarah.
Dalam mengenalkan benda-benda bersejarah maka perlu ada sosialisasi. Oleh karena itu, Disbud Makassar menggelar Sosialisasi museum kota.
Adapun acara yang mengusung tema eksistensi museum kota Makassar dalam penunjang pengembangan pariwisata digelar pada Kamis (27/10/2022) di Museum Kota Makassar.
Turut hadir dalam acara ini adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar yang diwakili Adyatama Kepariwisatawan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Ana Dwi Agustin didaulat sebagai narasumber.
Dalam paparannya mengatakan bahwa pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai daya tarik wisata adalah salah satu upaya pelestarian.
“Dengan terus memanfaatkan bangunan bersejarah seperti Museum Kota Makassar sebagai produk pariwisata tentunya adalah upaya untuk terus mempertahankan wisata sejarah di Kota Makassar,” bebernya.
Untuk terus mempertahankan eksistensinya, kata dia museum kota harus terus dimanfaatkan dan menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan untuk belajar, meneliti serta memahami sejarah Kota Makassar.
“Berharap Museum Kota Makassar dapat terus eksis di tengah-tengah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Makassar sehingga wisata sejarah di Kota Makassar dapat terus menjadi salah satu potensi wisata Kota,” tandasnya.(Win)







