Wali Kota Makassar Panggil PLN, Pemadaman Bergilir Ditargetkan Berakhir 5 September

BATARAINFO.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta PT PLN (Persero) segera menangani persoalan pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat. Menindaklanjuti aspirasi warga, Munafri memanggil manajemen PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) untuk melakukan audiensi di Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, hadir bersama jajaran manajemen PLN untuk menjelaskan kondisi kelistrikan di Kota Makassar, termasuk penyebab pemadaman bergilir dan langkah penanganan yang sedang dilakukan.

Read More

Munafri mengatakan, dirinya menerima sejumlah laporan dan keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi sejak Senin sore. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman juga diperkirakan masih berlangsung di sejumlah kecamatan di Makassar dalam beberapa hari ke depan.

“Adanya pemadaman bergilir dilakukan PLN di Kota Makassar sejak Senin sore hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang,” ujar Munafri.

“Kami ingin mengetahui, mendengarkan penjelasan, dan kami meminta cepat dicarikan solusi,” sambung Appi, sapaan akrab Munafri.

Menurutnya, pemadaman bergilir berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, kegiatan pelaku usaha, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Durasi pemadaman yang cukup panjang berpotensi mengganggu berbagai kegiatan warga karena listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Munafri meminta PLN mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan gangguan agar pasokan listrik kembali normal.

“Saya akan bantu komunikasikan dengan pihak bertugas di Unit PLN yang mengalami kendala (Jeneponto), untuk penanganan gangguan listrik,” tuturnya.

“Perlu ada kepastian agar segera diatasi supaya kembali normal,” tambah Ketua IKA FH Unhas itu.

Munafri menegaskan, pasokan listrik yang stabil merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian Kota Makassar. Ia berharap penyebab pemadaman bergilir segera ditangani sehingga warga tidak terus-menerus mengalami gangguan pasokan listrik.

“Perlu normal. PLN ini menunjang aktivitas masyarakat,” katanya.

Munafri Soroti Ketersediaan Pasokan Energi

Setelah mendengarkan penjelasan PLN, Munafri menyoroti kesiapan pasokan energi sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Ia juga meminta agar penanganan persoalan tersebut tidak hanya berfokus pada gangguan yang terjadi saat ini, tetapi turut mempertimbangkan ketersediaan sumber energi ke depan.

Menurutnya, penurunan ketersediaan sumber energi tertentu, seperti air, berpotensi memengaruhi kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik. Karena itu, ia menilai perlu ada penguatan sistem melalui optimalisasi sejumlah pembangkit yang tersedia agar pasokan listrik tidak bergantung pada satu sumber energi.

“Mestinya masih ada sekitar 30 persen. Karena ada beberapa pembangkit yang bisa ditambahkan barangnya di sistem,” ujarnya.

Munafri meminta proses penanganan dilakukan secepat mungkin dan masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi pasokan listrik. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang jelas antara Pemerintah Kota Makassar dan PLN agar dampak gangguan maupun pemeliharaan jaringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Kami dari Pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama,” pungkas Munafri.

PLN Sebut Pemeliharaan PLTU Jeneponto Kurangi Pasokan 125 MW

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat masih dalam kondisi terkendali.

Dalam audiensi tersebut, Edyansyah memaparkan perkembangan sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar serta upaya yang dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.

“Tadi, kami juga melaporkan kondisi sistem kelistrikan yang ada di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat,” kata Edyansyah.

Ia menjelaskan, dalam satu hingga dua hari terakhir, PLN menghadapi kendala tambahan akibat pemeliharaan salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) Jeneponto. Pemeliharaan tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan tenaga listrik sebesar 125 megawatt (MW).

“Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026. Jika pemulihan berjalan sesuai rencana, kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulselrabar diharapkan membaik dan kembali stabil.

“Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, insyaallah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali,” katanya.

Edyansyah menyebut berkurangnya kesiapan pasokan tenaga listrik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan belum tersedia secara optimal dalam beberapa hari terakhir.

“Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal,” terangnya.

Ia menambahkan, pemulihan pasokan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Edyansyah juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi sistem kembali stabil dan pelayanan listrik tetap berjalan dengan baik.

“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik,” tuturnya.

Terkait pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Makassar, Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang. Ia memastikan PLN terus berupaya mengendalikan kondisi sistem sembari menunggu kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.

Edyansyah juga menyampaikan bahwa terdapat tambahan kapasitas pembangkit yang masih dalam proses pemulihan. Secara keseluruhan, sekitar 300 MW kapasitas pembangkit di PLTU Jeneponto diharapkan kembali mendukung sistem kelistrikan.

“Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih,” ungkapnya.

Dari kapasitas tersebut, sebanyak 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026.

“Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” pungkas Edyansyah. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *